Selasa, 9 Juni 2026 dalam rapat "Implementasi Pelayanan Kesehatan Balita dan Rencana Strategi Peningkatan Cakupan dan Kulaitas Pelayanan Tahun 2026" bertempat di Ruang Rapat Kantor Camat Tejakula. Yang dihadiri oleh Bapak Sekcam, Kepala Puskesmas I Tejakula, Anggota PKK Kec. Tejakula, KPM, Kader Posyandu dan perwakilan Guru PAUD. Acara dibuka oleh Ibu Sri Wardani selaku Ketua Tim KIA Kab. Buleleng dan dilanjutkan sambutan dari Bapak Sekcam.
Berdasarkan keseluruhan materi yang telah dibahas, dapat disimpulkan bahwa permasalahan gizi dan kesehatan pada balita memerlukan penanganan secara terpadu melalui kolaborasi lintas program dan lintas sektor. Beberapa upaya yang perlu dilakukan sebagai tindak lanjut antara lain:
- Pendampingan balita yang belum memiliki kepesertaan BPJS perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pemberian vitamin, pemantauan kondisi kesehatan, serta pendampingan oleh petugas Puskesmas agar status kesehatan dan pertumbuhan balita dapat meningkat secara optimal.
- Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal perlu diberikan kepada balita dengan berat badan kurang selama 28 hari, sedangkan balita dengan kondisi gizi kurang membutuhkan intervensi lebih intensif selama 56 hari. Pelaksanaan kegiatan ini akan dikelola oleh kelompok masyarakat (Pokmas) dengan dukungan anggaran dari BOK Puskesmas guna memperbaiki asupan gizi balita.
- Faktor sosial ekonomi, sanitasi lingkungan, serta rendahnya tingkat pendidikan orang tua menjadi salah satu faktor yang memengaruhi permasalahan gizi dan kesehatan anak. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif Bunda PAUD dalam menggerakkan berbagai inovasi dan kegiatan edukasi untuk meningkatkan kualitas kesehatan, pola asuh, serta stimulasi tumbuh kembang anak.
- Dukungan lintas sektor sangat diperlukan dalam upaya percepatan penanganan masalah gizi, salah satunya melalui dukungan penyediaan pangan lokal yang bergizi dan mudah dijangkau oleh masyarakat.
- Optimalisasi peran Ketua TP. PKK Kecamatan dan Desa perlu ditingkatkan melalui pengaktifan kelompok Dasawisma serta pengawasan pemberian dan penyaluran bantuan kepada ibu hamil dan balita dalam bentuk pangan lokal agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi penerima.
- Kendala pelaksanaan Posyandu akibat efisiensi anggaran perlu menjadi perhatian bersama, mengingat kegiatan Posyandu memiliki peran penting dalam pemantauan pertumbuhan balita, deteksi dini masalah kesehatan, serta pemberian intervensi gizi kepada masyarakat.